Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya sinkronisasi dan akselerasi dalam perencanaan pembangunan infrastruktur daerah. Hal tersebut disampaikan saat dimintai keterangannya oleh media ini terkait pelaksanaan Rapat Koordinasi Infrastruktur dan Kewilayahan Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 serta launching Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), yang digelar Senin (1/12/2025) di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, FORKOPIMDA, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Sumbawa.
Dr. Dedy menjelaskan bahwa kompleksitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa saat ini dan tahun-tahun ke depan akan semakin kompleks karena dua hal. Pertama, dari sisi kebutuhan atau demand penyediaan infrastruktur dan kewilayahan yang terus meningkat. Kedua, yaitu terjadinya dorongan pertumbuhan penduduk lebih dari dua persen per tahun dan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas empat persen,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi menyebabkan usulan pembangunan infrastruktur dari berbagai wilayah terus bertambah setiap tahunnya. Namun, di sisi lain, pola pendanaan pembangunan mengalami perubahan signifikan. “Sebelumnya, pembangunan infrastruktur banyak terbantu melalui dana alokasi khusus. Ke depan, skema tersebut akan berubah menjadi Inpres Jalan Daerah,” ungkapnya.
Dr. Dedy menambahkan, perubahan mekanisme ini menuntut lembaga perencanaan daerah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor. “Perubahan ini menuntut kami di lembaga perencanaan untuk menjalin koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi dengan instansi vertikal di tingkat provinsi maupun pusat. Inilah esensi dari rapat koordinasi yang kita selenggarakan hari ini,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bappeda membawa sebanyak 60 usulan pembangunan yang telah diakomodasi dari tingkat desa dan kecamatan. “Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang konsolidasi terhadap rencana yang telah diusulkan dari tingkat desa, kecamatan, hingga perangkat daerah. Enam puluh usulan yang dibawa akan dibahas bersama OPD terkait dan dilanjutkan dengan proses penajaman di tingkat desa dan kecamatan,” katanya.
Selain membahas rencana pembangunan, rapat koordinasi tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Program ini merupakan inovasi baru yang digagas melalui kerja sama dengan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Nusa Tenggara Barat. “Pelayanan lumpur tinja terjadwal ini merupakan tonggak penting dalam meningkatkan pelayanan sanitasi aman di Kabupaten Sumbawa. Program ini sangat penting untuk mencegah polusi lingkungan dan berkontribusi terhadap penurunan angka stunting,” ujar Dr. Dedy.
Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan ini, ke depan perbaikan kesehatan lingkungan dan penurunan angka stunting dapat tercapai secara signifikan,” tutupnya.












Comment