Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si, menyoroti rendahnya tingkat literasi di Indonesia yang menjadi salah satu tantangan besar dalam peningkatan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil survei literasi tahun 2023, Indonesia menempati urutan ke-68 dunia, menggambarkan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembelajaran.
Menurutnya, rendahnya kemampuan membaca, memahami, dan berpikir analitis peserta didik bukan semata-mata disebabkan oleh faktor individu, melainkan mencerminkan sistem pendidikan yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan zaman.
“Masalah literasi bukan hanya soal siswa tidak rajin membaca, tapi bagaimana sistem pembelajaran kita belum memberi ruang bagi anak untuk berpikir kritis dan analitis,” ujar Budi Sastrawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/11/2025).
Ia menilai, selama ini proses belajar mengajar masih terlalu berorientasi pada hafalan, bukan pada kemampuan memahami dan mengolah informasi. Akibatnya, peserta didik kurang dilatih untuk menganalisis, berdiskusi, dan mengembangkan daya nalar.
“Guru adalah ujung tombak perubahan. Jika ingin mutu pendidikan meningkat, maka peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Budi menjelaskan bahwa pelatihan, kursus, dan peningkatan kompetensi mandiri bagi tenaga pendidik harus terus didorong agar para guru dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan era digital. Pemerintah daerah, katanya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan dukungan sistemik terhadap pelatihan berkelanjutan tersebut.
Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan menuju era industri 5.0 dan masyarakat 5.0, yang menuntut keseimbangan antara kemampuan teknologi dan nilai kemanusiaan.
Sebagai penutup, Budi menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa untuk terus memperkuat kualitas sumber daya guru sebagai langkah utama memperbaiki mutu pendidikan.
“Kita ingin guru di Sumbawa tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi. Ketika guru berkembang, maka murid dan mutu pendidikan akan ikut maju,” pungkasnya.












Comment