Pemerintahan Populer
Home / Populer / Pasokan Sayur Lokal Belum Mampu Penuhi Program Makan Bergizi Gratis di Sumbawa

Pasokan Sayur Lokal Belum Mampu Penuhi Program Makan Bergizi Gratis di Sumbawa

Sumbawa Besar, Merdeka Insight.com — Ketergantungan masyarakat Kabupaten Sumbawa terhadap pasokan sayur dari luar daerah masih sangat tinggi. Hingga saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan sayur di wilayah tersebut masih dipasok dari luar Sumbawa untuk memenuhi konsumsi masyarakat maupun kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebutuhan harian sayur di Kabupaten Sumbawa sebagian besar didatangkan dari Pulau Lombok dan Kabupaten Bima. Berbagai jenis sayuran serta bahan bumbu dipasok setiap hari oleh para pedagang, sementara produksi sayur lokal masih terbatas dan tidak berkelanjutan sepanjang tahun.

Ketua Koperasi Konsumen Syariah BMT Insan Samawa, Rai Saputra, mengatakan bahwa kemampuan produksi sayur lokal belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG yang melayani lebih dari tiga ribu penerima manfaat setiap hari.

“Produksi sayur lokal Sumbawa masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk mendukung Program MBG yang membutuhkan pasokan besar setiap harinya,” ujar Rai Saputra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/10).

Ia menambahkan bahwa potensi pertanian di Kabupaten Sumbawa sebenarnya sangat besar, dan pemerintah daerah telah berupaya mendorong pengembangan tanaman hortikultura untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

“Potensi lahan pertanian kita luas, dan pemerintah sudah mulai mengarahkan program hortikultura. Tantangannya tinggal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan peluang ini,” jelasnya.

Menurut Rai, kebutuhan sayur untuk mendukung dapur MBG mencapai sekitar 35 ton per hari, belum termasuk kebutuhan lain seperti daging, ayam, dan telur. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar bagi petani dan peternak lokal di Sumbawa.

“Ini peluang besar bagi petani dan peternak kita untuk terlibat langsung dalam rantai pasok bahan pangan SPPG. Pasarnya jelas, dan kebutuhan hariannya tinggi,” ungkapnya.

Hingga kini, sebagian besar bahan pangan untuk dapur MBG masih harus didatangkan dari luar daerah. Rai berharap produksi lokal dapat ditingkatkan agar Sumbawa bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

“Kehadiran Program MBG menjadi harapan banyak warga. Karena itu, kita harus berupaya bersama agar ketersediaan bahan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri,” pungkasnya.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page