Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi terhadap dinamika ekonomi modern dan perubahan perilaku pasar. Dorongan ini disampaikan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang diwakili Staf Ahli Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, Rosmin Junaidi, S.Pt., M.Si, dalam kegiatan Business Talk bertema “Bongkar Rahasia Bisnis Sustain dan Potensial di Tahun 2026”, Kamis (11/12/2025).
Dalam penyampaiannya, Rosmin Junaidi menegaskan bahwa dunia usaha saat ini bergerak sangat cepat, sehingga pelaku UMKM harus mampu beradaptasi melalui digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi. Menurutnya, keberlanjutan usaha menjadi faktor utama agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah tantangan ekonomi global.
“Dinamika dunia usaha menuntut pelaku UMKM untuk cepat beradaptasi. Tantangan bisnis ke depan bukan hanya soal kreativitas, tapi bagaimana usaha bisa berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rosmin Junaidi.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus mendorong transformasi digital, penyediaan ruang kolaborasi, serta pemberdayaan perempuan pelaku usaha melalui berbagai inisiatif daerah.
“Digitalisasi UMKM, penyediaan ruang kolaborasi, hingga pemberdayaan usaha perempuan adalah fokus utama yang terus kita dorong. Namun, pemerintah tidak akan kuat bergerak tanpa gerakan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta menjadikan forum ini sebagai momentum membangun jejaring dan menambah wawasan,” tegasnya.
Selain itu, Rosmin menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sumbawa atas komitmennya dalam membangun kapasitas perempuan pelaku usaha. Ia menilai IWAPI memiliki peran penting dalam menciptakan ruang edukasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi yang inklusif.
“IWAPI telah membuktikan bahwa perempuan Sumbawa memiliki energi besar untuk membawa daerah ini lebih maju, lebih kreatif, dan lebih adaptif terhadap perubahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Sumbawa juga menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha menghadapi tahun 2026. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku UMKM untuk lebih kreatif, memahami teknologi, serta membangun identitas merek yang kuat agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis.
“Dengan kolaborasi yang tepat, UMKM Sumbawa dapat menjadi kekuatan ekonomi yang tak tergantikan,” ujarnya.
Kegiatan Business Talk ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat jaringan, memperluas wawasan, dan merancang strategi bisnis yang relevan dengan perkembangan pasar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan IWAPI menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem UMKM yang inovatif, tangguh, dan berkelanjutan menuju Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.












Comment