Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat terwujudnya Pelabuhan Teluk Santong di Kecamatan Plampang. Upaya pencarian investor kini menjadi langkah utama, setelah rencana awal pembangunan melalui PT Pelindo tidak lagi menemui kejelasan. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, saat ditemui di kantornya, Selasa (02/12/2025).
“Skema awalnya pelabuhan tersebut akan dibangun oleh PT Pelindo, tetapi dalam perjalanan manajemen PT Pelindo berubah sehingga belum ada informasi, padahal kita sudah siapkan lahan,” ujar Dr. Dedy. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan lahan seluas sekitar 300 hektare untuk pembangunan pelabuhan tersebut.
Persiapan lahan dimaksud termasuk penyelesaian proses Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) dengan kawasan hutan di Lantung Padesa seluas 300,49 hektare. Pemerintah kini sedang menuntaskan administrasi penetapan lahan sebagai aset pemerintah agar dapat digunakan secara sah ketika pembangunan dimulai.
Menurut Dr. Dedy, pelabuhan tersebut merupakan salah satu infrastruktur kunci dalam mendukung rencana pemerintah menjalankan Program Strategis Nasional (PSN), terutama pengembangan tambak garam rakyat. Pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare untuk ekstensifikasi garam, dengan kondisi air dan ekosistem Teluk Santong yang dinilai sangat cocok untuk aktivitas tersebut.
Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mendapatkan investor baru yang bersedia membangun pelabuhan. “Ke depan yang paling berat adalah mencari investor yang akan membangun. Pak Bupati terus melakukan komunikasi dengan pihak swasta,” ungkapnya.
Di akhir penjelasannya, Dr. Dedy menyampaikan pentingnya dukungan semua pihak agar pembangunan pelabuhan dapat segera direalisasikan. “Keberadaan Pelabuhan Teluk Santong ini sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi Sumbawa. Kami berharap dukungan semua pihak agar pelabuhan ini segera terwujud,” tutupnya.












Comment