Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Perkuat Gerakan Penanaman Mangrove, DLH Sumbawa Gandeng Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta

Perkuat Gerakan Penanaman Mangrove, DLH Sumbawa Gandeng Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta

Sumbawa Besar, MerdekaInsight.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui program penanaman mangrove yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan perusahaan swasta dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, S.T., M.T., melalui Sekretaris Dinas, Hj. Rahmawaty, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa semangat kolaborasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

“Setiap kegiatan penanaman mangrove, kami selalu melibatkan perguruan tinggi di Sumbawa sebagai mitra tetap. Saat ini, kami juga bekerja sama dengan perusahaan swasta agar pelaksanaan program bisa lebih luas dan berdaya guna,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/10/2025).

Lebih lanjut dijelaskan, kerja sama DLH kini menjangkau sejumlah titik di wilayah barat Kabupaten Sumbawa, terutama di Kecamatan Alas Barat, Alas, dan Buer, yang menjadi lokasi program penanaman mangrove bersama PT Freeport Indonesia. Meski bukan mitra utama, perusahaan tersebut turut menjalankan kegiatan penghijauan pesisir yang tetap berkoordinasi dengan DLH.

“PT Freeport saat ini menjalankan program penanaman di wilayah barat. Kami di DLH tetap menjadi bagian dari kegiatan tersebut untuk memastikan penanaman dan pemeliharaan berjalan sesuai rencana,” terang Hj. Rahmawaty.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Selain dengan PT Freeport, DLH juga pernah bekerja sama dengan perusahaan lain seperti PT Sumitomo dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam kegiatan serupa di wilayah pesisir berbeda. Keterlibatan mahasiswa dan kelompok masyarakat lokal turut menjadi pilar utama program ini. Mereka berperan langsung dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove di berbagai lokasi, termasuk Pulau Kaung dan Pulau Bungin, yang menjadi contoh keberhasilan kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami lebih mengutamakan lokasi di mana kelompok masyarakatnya siap berkomitmen merawat tanaman yang sudah ditanam. Ini bukan hanya tentang menanam, tetapi memastikan tanaman tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Hj. Rahmawaty menekankan bahwa DLH akan terus menjaga semangat kolaboratif ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang pelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Sumbawa.

“Kami ingin gerakan penanaman mangrove ini tumbuh menjadi kesadaran bersama, agar masyarakat Sumbawa ikut menjaga laut dan pesisir sebagai warisan ekologis bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page