Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di seluruh wilayah. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Tingkat Kabupaten Sumbawa di Ballroom La Grande, Selasa (9/12/2025).
Wabup Ansori menilai kesehatan jiwa merupakan isu penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, seluruh warga harus mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang menyeluruh, baik secara jasmani maupun rohani.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kita ingin memastikan seluruh warga bisa tertangani dan terlayani dengan baik, sehingga sehat jasmani dan rohani. Kesehatan jiwa bukan isu yang boleh dilewati begitu saja,” tegas Ansori.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan terhadap program penanganan kesehatan jiwa. Salah satunya melalui rencana pembangunan rumah singgah yang berfungsi sebagai tempat pelayanan, bukan pengasingan, dengan dukungan tenaga perawat dan psikolog.
“Ini pekerjaan kemanusiaan. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Mari kita bergandengan tangan bergerak bersama agar penanganan dan pencegahannya berjalan maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, lebih dari 1.400 warga di Kabupaten Sumbawa teridentifikasi sebagai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ansori menegaskan bahwa angka ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi dasar penguatan layanan kesehatan jiwa di tingkat daerah.
Ia berharap keberadaan TPKJM dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam membangun kesadaran pentingnya kesehatan mental.
“Kami ingin TPKJM menjadi penggerak kesadaran bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa wujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” tutupnya.












Comment