Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Program Upland di Sumbawa Memasuki Tahap Akhir, Ditargetkan Rampung Agustus 2026

Program Upland di Sumbawa Memasuki Tahap Akhir, Ditargetkan Rampung Agustus 2026

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian menargetkan penyelesaian pelaksanaan The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project atau Program Upland pada Agustus 2026. Program yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini menjadi salah satu upaya memperkuat sistem pertanian berkelanjutan di wilayah dataran tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2025). Ia mengatakan, sejak dimulai, program ini telah memberi dampak besar bagi peningkatan kapasitas petani melalui pendekatan pertanian terpadu yang mencakup berbagai aspek.

“Upland dirancang untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Petani tidak hanya dibekali kemampuan budidaya, tetapi juga diberdayakan agar bisa mengelola hasil panen dan memasarkan produknya secara mandiri,” jelas Ni Wayan.

Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu dari 14 daerah di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Melalui program tersebut, pemerintah menitikberatkan pada pengembangan lahan dan tata air, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan kelembagaan petani yang kuat.

Pada tahun 2025, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,3 miliar untuk mendukung pengelolaan lahan seluas 127 hektare oleh 20 kelompok tani di Sumbawa. Dana itu digunakan untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT), sumur dangkal, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua, kultivator, hand sprayer, dan mist blower. Program ini juga menyalurkan benih bawang merah berlabel biru, pupuk, dan pestisida organik.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

“Masih ada sekitar 28 kelompok tani yang akan melanjutkan kegiatan hingga program berakhir tahun 2026, dengan total dukungan anggaran mencapai lebih dari Rp12 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahap lanjutan kegiatan akan dimulai dengan proses tender pra-DPA pada Maret 2026, dan dilanjutkan kontrak pengadaan benih dan alsintan pada April 2026, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat tuntas sebelum program berakhir.

Selain Program Upland, sektor pertanian Sumbawa juga mendapat tambahan dukungan dari APBD Perubahan 2025 melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dengan total anggaran sekitar Rp6,38 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai 53 paket kegiatan, di antaranya pembangunan lebih dari 30 paket Jalan Usaha Tani senilai Rp4,09 miliar, pembangunan jaringan irigasi sebesar Rp950 juta, sumur bor senilai Rp975 juta, serta pembangunan cekdam senilai Rp370 juta. Seluruh kegiatan itu telah rampung hingga akhir Desember 2025.

Ni Wayan berharap agar seluruh hasil dari program dan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi petani di Kabupaten Sumbawa.

“Kami berharap sarana, prasarana, dan kelembagaan yang telah terbentuk bisa dijaga serta dikembangkan. Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa,” tutupnya.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page