Pemerintahan Pendidikan
Home / Pendidikan / Sekolah Rakyat Dasar Jemput Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Kembali ke Sekolah

Sekolah Rakyat Dasar Jemput Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Kembali ke Sekolah

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem melalui program Sekolah Rakyat Dasar (SRD). Program ini dirancang sebagai upaya strategis pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah dan memperkuat pemerataan pendidikan dasar di wilayah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Dasar bukan sekadar lembaga pendidikan alternatif, melainkan model pemberdayaan sosial yang dibangun untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang belum tersentuh pendidikan formal.

“Kami tidak ingin ada lagi anak di Sumbawa yang berhenti sekolah karena faktor ekonomi atau jarak. Sekolah Rakyat Dasar menjadi wadah untuk menjemput mereka kembali ke ruang belajar,” tegasnya, Senin (10/11/2025).

Ia menyebutkan, sebanyak 75 anak dari keluarga miskin ekstrem telah teridentifikasi sebagai penerima manfaat program Sekolah Rakyat Dasar. Pendataan dilakukan menggunakan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan sistem by name by address agar program benar-benar tepat sasaran.

“DTSEN memberi kami peta yang jelas tentang siapa dan di mana anak-anak yang harus dibantu. Pendekatan ini membuat intervensi pendidikan menjadi lebih terarah dan terukur,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Selain memberikan layanan akademik, Sekolah Rakyat Dasar juga menerapkan pembelajaran berbasis kehidupan sehari-hari melalui sistem asrama (boarding School). Model ini membiasakan peserta didik untuk hidup mandiri, disiplin, dan membangun nilai gotong royong.

“Kami ingin anak-anak belajar dalam lingkungan yang membentuk disiplin dan rasa percaya diri. Mereka harus tumbuh dengan nilai-nilai kemandirian dan gotong royong yang kuat,” jelas Budi.

Program ini, lanjutnya, juga menjadi hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumbawa.

Di akhir pernyataannya, Budi Sastrawan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Sekolah Rakyat Dasar tidak hanya dilihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampak sosial yang ditimbulkannya.

“Pendidikan bukan sekadar urusan bangku sekolah. Melalui Sekolah Rakyat Dasar, kami ingin membuka jalan agar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem bisa menembus batas kemiskinan dengan ilmu dan semangat hidup baru,” pungkasnya.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page