Populer
Home / Populer / Sengketa Lahan Mentingal Berlanjut, Aktivitas Perusahaan Tuai Respons Warga

Sengketa Lahan Mentingal Berlanjut, Aktivitas Perusahaan Tuai Respons Warga

Sumbawa Besar, Merdeka insight. Com — Aktivitas penyemprotan lahan menggunakan drone di kawasan Mentingal, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, kembali memunculkan respons dari warga yang menggarap lahan tersebut. Penyemprotan dilakukan pada 31 Oktober 2025 dan diduga berkaitan dengan persiapan pengelolaan lahan oleh PT Sumbawa Bangkit Sejahtera (PT SBS).

Masni, warga Mentingal yang telah menggarap lahan itu sejak 2012, menyatakan melihat langsung proses penyemprotan bersama suaminya.
“Kami menyaksikan drone bolak-balik menyemprot lahan yang selama ini kami kelola,” ujarnya.

Foto aktivitas drone perusahaan melakukan penyemprotan di lahan yang masih dipersengketakan

Lahan yang disemprot belum ditanami perusahaan, namun warga melihat beberapa tanda persiapan seperti pembukaan jalur dan penandaan batas. Penyemprotan tersebut disebut menambah kecemasan karena tanaman warga dan pakan ternak dapat terdampak dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, warga menilai status lahan belum tuntas. Dalam mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa pada 2 Februari 2023, pihak perusahaan dan perwakilan masyarakat menyepakati penyerahan 50 hektar lahan untuk masyarakat. Menurut warga, kesepakatan tersebut belum dijalankan.

Di sisi lain, PT SBS diduga berpedoman pada Hak Guna Usaha (HGU) yang terbit pada 2024 sebagai dasar pengelolaan lahan, sehingga menimbulkan perbedaan tafsir mengenai kewenangan penguasaan.

7.851 Mustahik Terima Manfaat Program BAZNAS Sumbawa Sepanjang 2025

Pengacara Publik LBH Keadilan Samawa Rea, Suparjo Rustam, S.H., menyampaikan bahwa warga telah melaporkan dugaan penipuan terkait kesepakatan lahan tersebut ke Kepolisian Resor Sumbawa.
“Kami mendesak kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bagi warga, penyemprotan di tengah sengketa dinilai dapat memengaruhi ruang hidup mereka yang bergantung pada lahan tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page