Inspirasi
Home / Inspirasi / Tim PKM UTS: Ubah Limbah Jerami Jadi Pakan Berkualitas, Dongkrak Kesejahteraan Peternak Sapi Sumbawa

Tim PKM UTS: Ubah Limbah Jerami Jadi Pakan Berkualitas, Dongkrak Kesejahteraan Peternak Sapi Sumbawa

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sukses menggelar pelatihan dan praktikum peningkatan kapasitas peternak sapi di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, pada 26–27 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan mencetak peternak unggul, meningkatkan manajemen usaha, mengolah limbah jerami menjadi pakan fermentasi, serta memperluas akses pasar digital bagi kelompok ternak.

Tim PKM yang diketuai Abdul Salam, M.M. dengan anggota Hartini, M.M. (Prodi Manajemen) dan Husni, S.Pt., M.Si. (Prodi Peternakan), melibatkan 10–35 peserta dari kalangan petani, pelaku usaha ternak, pengelola kelompok, hingga masyarakat umum. Kegiatan berlangsung dengan metode fact finding, FGD, community based learning, project based learning, collaborative training, teamwork, dan praktikum.

Agenda pelatihan diawali dengan sambutan Kepala Desa Poto, Ketua Kelompok Ternak, dan Ketua Tim PKM, dilanjutkan dengan sesi inti berupa materi manajemen usaha, pemasaran digital, teknik pengolahan pakan, FGD keselamatan kerja, hingga praktik penggunaan mesin pencacah rumput di kandang peternak.

Abdul Salam menegaskan, kunci keberhasilan usaha ternak terletak pada manajemen pakan. “Pakan menyumbang 60–80 persen biaya usaha. Jika ketersediaannya bergizi dan berkelanjutan, kesejahteraan peternak Sumbawa bisa tercapai,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menandai puncak program PKM, setelah sebelumnya tim menyerahkan dua unit mesin pencacah rumput kepada kelompok ternak.

Sekretaris Desa Poto, M. Jayadi, menyebut teknologi silase dan amoniasi sebagai solusi murah memanfaatkan bahan lokal. Sementara Ketua Kelompok Ternak Keban Jamu, H. Hasyim, menilai pelatihan ini memberi keterampilan praktis mulai dari pembuatan pakan, pembukuan, hingga pemasaran digital. “Hasilnya nyata, biaya pakan turun, ternak lebih sehat, pendapatan meningkat, dan kepercayaan diri peternak bertambah,” ungkapnya.

Dorong Literasi Digital untuk Pelajar, Indosat Adakan Workshop GenSi di Universitas Samawa

Materi disampaikan lintas disiplin. Hartini, M.M. mengupas strategi pemasaran digital lewat media sosial, marketplace, hingga storytelling produk, agar usaha ternak bisa menembus pasar lebih luas. Husni, S.Pt., M.Si. menjelaskan inovasi pengolahan pakan hijauan dan limbah pertanian melalui teknik silase dan amoniasi. Sementara itu, drh. Rayjib Haeriyawanazhar membekali peserta dengan manajemen kesehatan dan reproduksi ternak, termasuk pencegahan penyakit dan teknik inseminasi.

Diskusi berlangsung interaktif. Peserta antusias meracik pakan saat praktikum, bahkan mencoba langsung mengoperasikan mesin pencacah. Kehadiran dokter hewan disambut positif karena memberikan rekomendasi obat yang tepat untuk ternak.

Program PKM ini menghasilkan output berupa pakan fermentasi unggulan, peningkatan manajemen usaha, akses permodalan, dan proyeksi kenaikan pendapatan UMKM hingga 1,2–2 kali lipat. Kolaborasi antara peternak, pemerintah desa, BUMDes, dan mahasiswa menciptakan ekosistem belajar yang memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat, pemerintah desa, dan DPPM Kemdiktisaintek atas dukungan hibah PKM 2025. Semoga program ini menjadi jalan menuju peternakan modern, produktif, dan berkelanjutan di Sumbawa,” tutup Abdul Salam.

Bangun Generasi Muslimah Beradab, SMP Putri Khodijah Sumbawa Hadirkan Pendidikan Ramah Santriwati dan Anti-Bullying

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page