Pariwisata Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Tradisi Ponan Desa Poto Diusulkan ke KEN 2026, Dispopar Siapkan Peran Strategis untuk Pelaksanaan Event

Tradisi Ponan Desa Poto Diusulkan ke KEN 2026, Dispopar Siapkan Peran Strategis untuk Pelaksanaan Event

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa terus mempersiapkan tradisi Ponan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, untuk diusulkan sebagai agenda budaya dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan tradisi agraris yang selama ini dijaga masyarakat setempat.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dispopar, Tata Kostara, S.Sos., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2025).

Tata menjelaskan bahwa sejumlah persiapan telah berlangsung, termasuk koordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan Ponan memenuhi standar kurasi nasional. Ia menegaskan,

“Persiapan sudah mulai kita lakukan agar dua event tersebut masuk KEN, kami juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait dengan harapan dua event usulan Sumbawa ini bisa disetujui.”

Pada pelaksanaan Ponan tahun 2026, pemerintah daerah juga menyiapkan beberapa kegiatan pendukung yang akan digelar bersamaan. Event tersebut mencakup kegiatan seni budaya serta bazar UMKM untuk menambah semarak perayaan Ponan. Terkait hal itu, Tata menegaskan,

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

“Ponan itu intinya, kami juga akan menghadirkan serangkaian festival yang akan kita angkat juga untuk menyemarakkan kegiatan sebelum kegiatan inti.”

Ponan merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Desa Poto yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur setelah proses menanam padi. Dalam tradisi ini warga berkumpul melakukan doa bersama untuk memohon kelancaran panen mendatang. Tata menjelaskan,

“Pasaji Ponan merupakan acara yang sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat di desa Poto. Di tradisi tersebut masyarakat akan berkumpul menggelar doa bersama sebagai ungkapan syukur atas upaya menanam padi dan memohon agar panen mendatang melimpah.”

Puncak rangkaian Ponan biasanya digelar pada minggu kedua atau ketiga Februari, bertempat di Bukit Ponan yang berada di tengah hamparan sawah luas. Lokasi tersebut menjadi titik utama pelaksanaan tradisi. Tata kembali menegaskan,

“Tradisi ini biasanya diselenggarakan minggu kedua atau ketiga bulan Februari dan puncak acara diadakan di Bukit Ponan, yang terletak di tengah hamparan sawah yang luas.”

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Dispopar juga sedang merumuskan dukungan teknis dan pengaturan kegiatan agar penyelenggaraan Ponan 2026 dapat berlangsung tertib dan tetap mempertahankan nilai sakral tradisinya. Pemerintah daerah memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan disiapkan secara matang.

Tata menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan Ponan sebagai identitas budaya Sumbawa serta berharap pengusulan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Poto.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page