Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmindag) menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah Jasaprima (Jagung, Sapi, Srikaya, dan Madu) sebagai sentra ekonomi produktif baru berbasis potensi lokal.
Fokus kebijakan diarahkan bukan hanya pada pembinaan pelaku usaha, tetapi juga pada pembangunan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
Kepala Diskukmindag Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.T., M.Sc, melalui Sekretaris Diskukmindag, Zulkifli, S.Pi., M.Si, menjelaskan bahwa penguatan mutu UMKM Jasaprima menjadi bagian penting dari agenda strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor hulu ke hilir.
“Jasaprima bukan sekadar wilayah penghasil komoditas, tapi kawasan yang memiliki potensi rantai nilai ekonomi lengkap. Tantangannya adalah bagaimana pelaku usaha di dalamnya mampu naik kelas — dari produsen bahan mentah menjadi pelaku usaha bernilai tambah,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Zulkifli menilai, salah satu kelemahan utama UMKM di daerah penghasil adalah kualitas produk yang belum seragam dan standar mutu yang belum konsisten. Karena itu, pelatihan peningkatan mutu yang sedang berjalan di Kecamatan Utan diarahkan untuk membangun pemahaman manajerial dan inovasi produk.
“Peningkatan mutu itu bukan sekadar soal kemasan atau rasa, tapi soal bagaimana pelaku usaha memahami pasar, menghitung efisiensi biaya, dan menjaga standar produksi. Ini yang terus kami tanamkan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan lintas sektor diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan instansi teknis lainnya sebagai langkah membangun ekosistem ekonomi terpadu di wilayah Jasaprima.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat integrasi antara sektor produksi dengan sektor pengolahan dan pemasaran.
“Kami ingin ada kesinambungan antara apa yang dihasilkan petani dan peternak dengan bagaimana UMKM mengolah dan memasarkannya. Jadi tidak berhenti di pelatihan, tapi membangun sistem ekonomi desa yang terhubung,” tegasnya.
Menurut Zulkifli, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan model inkubasi bisnis UMKM Jasaprima untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses teknologi, pembiayaan, dan pasar yang lebih luas.
“Kalau pelaku usaha sudah punya pengetahuan tapi tidak punya akses, hasilnya tidak maksimal. Maka kami padukan pelatihan dengan pendampingan dan pembukaan jaringan pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari visi Kepala Diskukmindag, E.S. Adi Nusantara, dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi unggulan desa.
“Kalau Jasaprima berhasil, ia bisa jadi model pengembangan ekonomi daerah yang menumbuhkan nilai tambah dari desa, bukan lagi dari kota,” tutupnya.












Comment