Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyoroti pentingnya penataan kegiatan Car Free Night (CFN) agar benar-benar menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar rutin di pusat kota ini dinilai berpotensi besar sebagai wadah interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun masih perlu pembenahan di beberapa aspek teknis.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengingatkan bahwa keberhasilan CFN tidak diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari bagaimana pemerintah mampu menjamin kenyamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Penataan parkir, ketertiban pedagang, dan kenyamanan pengunjung harus jadi prioritas. CFN ini bukan hanya ajang hiburan, tapi wajah kota di malam hari,” ujarnya.
Ia mengakui masih ditemukan beberapa persoalan di lapangan, seperti area parkir liar, penataan pedagang yang belum tertib, serta fasilitas penerangan dan kebersihan yang belum memadai. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas dinas untuk melakukan penataan ulang.
“Kami ingin setiap OPD bergerak bersama. Jangan sampai kegiatan seramai ini justru meninggalkan sampah atau menimbulkan ketidaknyamanan. CFN harus jadi contoh ruang publik yang sehat dan tertib,” tegasnya.
H. Ansori juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, CFN adalah ruang bersama yang harus dijaga dengan rasa tanggung jawab kolektif.
“CFN sudah menjadi kebanggaan kita semua. Tugas kita sekarang memastikan agar setiap pelaksanaannya tertib, aman, dan memberi manfaat bagi warga serta pelaku UMKM,” tutupnya.












Comment