Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Wabup Ansori Tekankan Penguatan Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Kemiri Ropang–Lantung

Wabup Ansori Tekankan Penguatan Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Kemiri Ropang–Lantung

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan perlunya penguatan ekonomi hijau dan industrialisasi berbasis komoditas kemiri di wilayah Ropang–Lantung. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Kamis (27/11/2025), menanggapi perkembangan sektor kemiri yang dinilai memiliki prospek ekspor tinggi namun belum sepenuhnya ditopang dengan infrastruktur dan tata kelola rantai pasok yang memadai.

Ansori menyatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap kawasan tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam memastikan setiap potensi lokal memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. “Kehadiran pemerintah bukan sekadar simbol. Apa yang dilakukan hari ini harus memberi hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, Ropang–Lantung memiliki karakter geografis yang mendukung tumbuhnya komoditas bernilai ekonomi tinggi. Ia menyebut wilayah itu sebagai kawasan yang selama ini kurang tersorot, padahal menyimpan peluang besar sebagai sentra produksi kemiri. “Daerah ini tinggi dan dekat dengan langit. Rezeki itu datang dari langit, dan masyarakat di sini harus mendapatkan manfaatnya lebih dulu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa upaya penanaman kemiri dan pelestarian lingkungan bukanlah seremoni, tetapi langkah jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan produksi bagi generasi mendatang. Ansori menambahkan bahwa peluang ekspor ke berbagai negara—termasuk Arab Saudi, Jepang, dan Belanda—menuntut kesiapan wilayah dalam memperkuat rantai pasok dan kualitas produksi.

Terkait infrastruktur pendukung, Ansori meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT SJR dan PT AMAN, untuk berkontribusi lebih jauh dalam membuka dan memperbaiki akses jalan menuju sentra produksi kemiri. Ia menilai pembangunan jalan merupakan bagian penting dalam mendukung industrialisasi dari desa. “Jangan hanya terlibat dalam penanaman pohon. Akses menuju lokasi produksi juga harus diperhatikan. Jika daerah tambang lain bisa dibeton dan di-hotmix, maka di sini pun harus bisa,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Sebagai bagian dari upaya penguatan sektor kemiri, pemerintah daerah turut hadir dalam Pariri Miri Fest 2025 yang digelar di Desa Lawin dengan mengangkat tema “Sumbawa’s Last Green Heart” pada Rabu (26/11/2025). Acara yang dihadiri perwakilan Kadis Perdagangan NTB, Anggota Forkopimda, Anggota DPRD Sumbawa Dapil II yaitu Juliansyah dan Muhammad Zain, Kepala OPD terkait, eksportir Kemiri NTB dari PT Mujena, Direktur PT SJR dan jajaran, Camat Ropang dan Latung beserta kepala desanya, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi Kecamatan Ropang. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, eksportir, serta masyarakat untuk melihat langsung potensi komoditas kemiri, sehingga menjadi ruang konsolidasi untuk menghubungkan isu lapangan dengan kebijakan pengembangan ekonomi hijau.

Menutup pernyataannya, Ansori berharap penguatan komoditas lokal tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini bukan sekadar acara, tetapi langkah strategis menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. Semoga menjadi tabungan kebaikan untuk generasi kita,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page