Umum
Home / Umum / SMART KOHATI Angkat Relevansi Pemikiran Kartini terhadap Pendidikan Perempuan Masa Kini

SMART KOHATI Angkat Relevansi Pemikiran Kartini terhadap Pendidikan Perempuan Masa Kini

Mataram, Merdekainsight.com – Pengurus KOHATI HMI Cabang Mataram menggelar kegiatan Diskusi SMART KOHATI di Sekretariat HMI Cabang Mataram, Selasa (05/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Relevansi Pemikiran Kartini dalam Pendidikan Perempuan Masa Kini” sebagai refleksi Hari R.A. Kartini dan Hari Pendidikan Nasional.

Diskusi tersebut menghadirkan Dr. Hj. Sri Wahyulina, M.Hum, sebagai narasumber, serta dihadiri Ketua Umum KOHATI Cabang Mataram Hilmianti Isnaini bersama seluruh kader KOHATI Cabang Mataram.

Dalam sambutannya, Hilmianti Isnaini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan terhadap realitas pendidikan perempuan yang hingga kini masih menghadapi berbagai hambatan, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Meski data nasional menunjukkan kemajuan, masih terdapat kesenjangan signifikan antarwilayah yang dipengaruhi faktor ekonomi dan budaya sosial,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, data menunjukkan sekitar 71,03 persen perempuan usia lima tahun ke atas tidak lagi bersekolah. Di sisi lain, persoalan kesenjangan gender dinilai masih menjadi pekerjaan rumah, meskipun perjuangan emansipasi perempuan telah berlangsung lebih dari satu abad sejak masa R.A. Kartini.

Fraksi Gelora Dampingi Wamen PKP Fahri Hamzah Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Kebakaran Kalimango

“Data BPS 2025 menunjukkan APK Perguruan Tinggi perempuan mencapai 51,2 persen, lebih tinggi dibanding laki-laki sebesar 47,8 persen. Namun laporan WEF Global Gender Gap 2025 masih menempatkan Indonesia di peringkat 87 dari 146 negara dalam partisipasi ekonomi dan politik perempuan,” ungkapnya.

Menurutnya, akses pendidikan bagi perempuan memang semakin terbuka, namun akses terhadap ruang kepemimpinan dan kebebasan menentukan pilihan hidup masih dibayangi stigma gender yang kuat di tengah masyarakat.

“Masih ada anggapan bahwa perempuan berpendidikan tinggi pada akhirnya hanya akan kembali pada urusan domestik. Di NTB sendiri, angka perkawinan anak masih mencapai 15,2 persen dan itu berdampak langsung pada terputusnya akses pendidikan perempuan,” tambahnya.

Ia berharap melalui diskusi tersebut kader KOHATI mampu memperluas wawasan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap diskusi ini mampu melahirkan kader yang menjadi lokomotif gerakan perempuan, sekaligus membuka ruang evaluasi dan pengembangan gerakan KOHATI ke depan,” jelasnya.

Dea Guru Jamal Kembali Pimpin NWDI Sumbawa, Serukan Persatuan dan Bangun Kantor Organisasi

Sementara itu, Dr. Hj. Sri Wahyulina, M.Hum, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perempuan pribumi pada masa lalu memiliki akses pendidikan yang sangat terbatas karena diarahkan pada peran domestik dan pernikahan usia muda.

“Di era sekarang perempuan memang memiliki akses pendidikan yang lebih luas, tetapi hambatan budaya dan stereotip masyarakat masih cukup kuat,” ujarnya.

Menurutnya, pemikiran R.A. Kartini tetap relevan hingga saat ini karena pendidikan tidak hanya dipandang sebagai hak, tetapi juga menjadi jalan pembebasan dan peningkatan martabat perempuan.

“R.A. Kartini menegaskan bahwa pendidikan adalah hak, alat pembebasan, dan jalan menuju martabat serta kesejahteraan perempuan,” tegasnya.

Ketua Bidang Internal KOHATI Cabang Mataram, Luluk Irani, turut berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi antar-KOHATI komisariat se-Cabang Mataram dalam membangun gerakan perempuan yang lebih progresif dan berkelanjutan.

Musda II NWDI Sumbawa Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi untuk Kemajuan Ummat

“Kami berharap terjalin sinergi antar-KOHATI komisariat untuk membangun gerakan baru bagi perempuan yang tertindas dan menjadi role model bagi cabang lainnya,” katanya.

Salah satu peserta yang hadir juga menilai kegiatan SMART KOHATI menjadi ruang diskusi yang mampu menghubungkan nilai perjuangan Kartini dengan realitas pendidikan perempuan masa kini.

“Semangat intelektual kader perempuan HMI Cabang Mataram terasa sangat hidup dalam diskusi ini. Semoga refleksi pemikiran Kartini tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk pendidikan dan pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan SMART KOHATI tersebut, KOHATI Cabang Mataram diharapkan tidak hanya menjaga semangat perjuangan Kartini dalam tataran wacana, tetapi juga mampu mendorong lahirnya gerakan perempuan yang lebih kritis, inklusif, dan berdampak nyata terhadap pendidikan serta pemberdayaan perempuan di masa kini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page