Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Target Tanam 2026 Dikejar, Dinas Pertanian Sumbawa Yakin Tembus 100 Persen

Target Tanam 2026 Dikejar, Dinas Pertanian Sumbawa Yakin Tembus 100 Persen

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, menyampaikan realisasi tanam padi dan jagung di Kabupaten Sumbawa tahun 2026 menunjukkan perkembangan positif dan berada pada jalur target yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Ni Wayan Rusmawati saat ditemui pada Rabu (06/05/2026). Ia menjelaskan, untuk komoditas padi angka tanam saat ini telah mencapai 85,51 persen, sedangkan jagung berada di kisaran 73 persen.

“Kalau padi sudah mencapai 85,51 persen, sedangkan jagung kurang lebih 73 persen. Artinya, angka tanam kita sudah berjalan baik sesuai target,” ujarnya.

Ia optimistis dalam lima hingga enam bulan ke depan capaian tanam tersebut dapat menembus 100 persen, bahkan berpotensi melebihi target. Menurutnya, masih tersedia waktu untuk mengejar sisa target tanam pada kedua komoditas utama tersebut.

“Dalam lima bulan ke depan masih ada tambahan sekitar 15 persen lagi dan kami di Dinas Pertanian yakin target itu tercapai. Demikian juga untuk jagung,” katanya.

Jelang Launching Nasional 12 Juli, Sumbawa Masih Kekurangan 14 Lahan Gerai KDMP

Selain capaian tanam, Ni Wayan juga menyoroti kondisi harga gabah di tingkat petani yang saat ini mencapai Rp7.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.700 per kilogram dan menjadi kabar baik bagi petani di tengah musim panen raya.

“Harga gabah saat ini mencapai Rp7.000 per kilogram, berarti melebihi HPP Rp6.700. Ini menjadi sinyal baik bagi petani dalam menutupi biaya produksi dan membantu perekonomian mereka,” jelasnya.

Ia berharap harga gabah tetap stabil hingga musim panen berakhir. Menurutnya, meskipun tidak berada di angka Rp7.000 per kilogram, setidaknya harga tetap berada pada standar HPP agar petani tidak dirugikan.

Ni Wayan menambahkan, Bulog dinilai telah melakukan penyerapan gabah secara maksimal sesuai harga yang berlaku. Namun, ia mengingatkan petani agar memperhatikan kualitas hasil panen, khususnya kadar air gabah sesuai kebutuhan Bulog.

“Saya melihat Bulog sudah melakukan penyerapan secara maksimal. Tinggal petani kita harus betul-betul melakukan panen sesuai kadar air yang dibutuhkan,” ucapnya.

Bupati Jarot Tegaskan Dukungan Total untuk Satgas Perlindungan Hutan Sumbawa

Dalam upaya memperkuat sektor pertanian, Dinas Pertanian juga terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Bulog, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator DPP, hingga unsur TNI-Polri untuk melakukan pendampingan kepada petani, terutama dalam penyerapan hasil panen.

Ia menegaskan, pendampingan tersebut penting agar hasil panen petani terserap dengan baik dan tidak dimanfaatkan oleh tengkulak yang dapat merugikan petani.

Selain itu, petani juga diimbau menggunakan pupuk unggul, varietas benih berkualitas, obat-obatan pertanian yang baik, sistem irigasi memadai, hingga pengolahan dan pengeringan hasil panen sesuai standar.

Terkait surat edaran Bupati Sumbawa mengenai larangan penanaman jagung di kawasan hutan lindung, tanah negara, dan perhutanan sosial, Ni Wayan menegaskan kebijakan tersebut bukan melarang petani menanam jagung secara umum.

“Itu bukan larangan menanam jagung, tetapi larangan menanam jagung di lokasi yang sudah ditetapkan dalam surat edaran. Kalau petani menanam di lahannya sendiri dan memiliki sertifikat resmi, silakan,” tegasnya.

Baru 25 SPPG Beroperasi, Bupati Jarot Tegaskan Percepatan dan Evaluasi

Ia menilai kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelestarian kawasan hutan yang mulai mengalami kerusakan. Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan berdampak pada daya serap air tanah, menurunnya sumber mata air, dan pada akhirnya memengaruhi keberlangsungan pertanian.

Ni Wayan berharap seluruh pihak terus bersinergi menjaga produktivitas pertanian sekaligus kelestarian lingkungan, agar sektor pertanian Sumbawa tetap tumbuh dan memberi manfaat bagi kesejahteraan petani.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page