Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., mengakui pendapatan daerah dari sektor pariwisata masih tergolong minim meskipun jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Tata, kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh destinasi wisata unggulan yang berada di wilayah laut dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Destinasi yang dimaksud adalah wisata Hiu Paus di Teluk Saleh yang pengelolaannya berada di bawah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi NTB.
“Pemasukan dari sektor wisata memang masih cukup minim karena beberapa destinasi wisata berada di wilayah laut yang menjadi kewenangan provinsi, termasuk wisata Hiu Paus di Teluk Saleh yang pengelolaannya dilakukan oleh BLUD provinsi,” ujar Tata.
Meski demikian, Dispopar terus berupaya agar tingginya kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah. Salah satunya dengan mendorong wisatawan untuk tidak hanya menikmati wisata bahari, tetapi juga mengunjungi destinasi wisata budaya, membeli produk UMKM, serta memperpanjang lama tinggal selama berada di Kabupaten Sumbawa.
“Kami berharap wisatawan tidak hanya singgah di perairan Kabupaten Sumbawa, khususnya kawasan wisata Hiu Paus, tetapi juga tertarik mengunjungi destinasi wisata budaya dan destinasi lainnya. Kami juga mendorong pengembangan souvenir dan produk UMKM agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Sumbawa,” katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Dispopar melakukan pembinaan dan edukasi kepada pelaku usaha pariwisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar mampu membaca peluang pengembangan usaha wisata. Tidak hanya mengandalkan wisata alam, tetapi juga mengembangkan wisata budaya dan produk oleh-oleh yang dapat dipasarkan langsung oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Tata menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkenalkan beragam potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Dengan demikian, wisatawan yang datang diharapkan tidak langsung melanjutkan perjalanan ke daerah lain, melainkan menjadikan Sumbawa sebagai salah satu tujuan utama dalam agenda perjalanan mereka.
“Kita ingin wisatawan menjelajahi berbagai jenis wisata yang ada di Sumbawa sehingga daerah ini tidak hanya menjadi tempat singgah sebelum menuju Lombok atau Labuan Bajo, tetapi menjadi destinasi yang masuk dalam daftar perjalanan wisata mereka. Karena itu peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Di tengah upaya tersebut, tren kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini terdapat 22 destinasi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan data Dispopar Kabupaten Sumbawa, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata sepanjang tahun 2025 mencapai 111.401 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.003 orang merupakan wisatawan mancanegara dan 88.398 orang merupakan wisatawan nusantara. Tiu Batu Marente menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 22.542 pengunjung, disusul Wisata Hiu Paus Teluk Saleh sebanyak 19.504 pengunjung, Ai Lemak Samota sebanyak 13.600 pengunjung, serta Labuhan Pade dengan 13.092 kunjungan.
Data yang sama juga menunjukkan bahwa Wisata Hiu Paus Teluk Saleh masih menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara dengan jumlah kunjungan mencapai 14.435 orang. Sementara itu, Pulau Moyo mencatat total 8.590 kunjungan, Pantai Batu Gong sebanyak 8.398 kunjungan, dan Semongkat sebanyak 6.758 kunjungan.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Dispopar juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas pada sejumlah destinasi wisata. Namun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia.
Sebagai penutup, Tata Kostara meminta seluruh pelaku usaha akomodasi, baik hotel maupun homestay, untuk menyampaikan data kunjungan wisatawan secara valid kepada Dispopar. Menurutnya, data tersebut sangat penting sebagai bahan analisis untuk mengukur perkembangan sektor pariwisata dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengembangan wisata di Kabupaten Sumbawa.
“Kami berharap pelaku usaha hotel maupun homestay dapat memberikan data yang valid terkait jumlah wisatawan yang menginap. Data tersebut sangat penting bagi Dispopar untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kunjungan wisata di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.






















Comment