Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Forum Advokat Sumbawa Bersatu (FASB) mulai mengumpulkan dan mengkaji sejumlah bukti digital terkait kasus yang menimpa Muhammad alias Memet, peserta aksi demonstrasi yang diduga menjadi korban penghadangan dan penganiayaan pasca-unjuk rasa di Kantor Bupati Sumbawa.
Ketua Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Ahmadul Kosasih, mengatakan organisasinya telah membentuk tim hukum yang terdiri dari 15 advokat untuk mendampingi Muhammad alias Memet dalam menempuh berbagai upaya hukum yang diperlukan.

Ketua Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Ahmadul Kosasih
Menurut Ahmadul, perhatian FASB terhadap kasus tersebut tidak hanya berfokus pada dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lapangan, tetapi juga terhadap berbagai informasi yang berkembang sebelum dan sesudah insiden berlangsung.
“Kami melihat kasus ini perlu ditelusuri secara komprehensif. Tidak hanya peristiwa yang terjadi di lapangan, tetapi juga berbagai informasi yang beredar sebelumnya, termasuk jejak digital yang diduga memiliki keterkaitan dengan rangkaian kejadian tersebut,” kata Ahmadul, Selasa (17/6/2026).
Ia menjelaskan, tim advokat saat ini tengah melakukan inventarisasi alat bukti, mulai dari keterangan saksi, dokumentasi lapangan, hingga bukti elektronik berupa unggahan media sosial dan informasi digital lainnya yang beredar di tengah masyarakat.
Menurut Ahmadul, seluruh bukti tersebut akan dianalisis secara hukum sebelum tim menentukan langkah lanjutan yang akan ditempuh.
“Kami tidak ingin mendahului proses hukum ataupun membangun kesimpulan berdasarkan asumsi. Semua harus didasarkan pada fakta dan alat bukti yang sah. Karena itu proses pengumpulan dan verifikasi bukti menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Iwan Haryanto, mengatakan tim hukum sedang menelaah sejumlah informasi elektronik yang diduga beredar sebelum terjadinya insiden terhadap klien mereka.

Juru Bicara Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Iwan Haryanto
Menurut Iwan, perkembangan teknologi informasi membuat ruang digital sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat.
“Karena itu kami memandang penting untuk melakukan penelusuran terhadap informasi-informasi yang beredar di media sosial. Apakah informasi tersebut memiliki relevansi dengan peristiwa yang terjadi atau tidak, itu yang sedang kami kaji secara objektif,” katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan tim advokat bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi, melainkan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat dipahami secara utuh dalam perspektif hukum.
Forum Advokat Sumbawa Bersatu menurunkan 15 advokat dalam pendampingan hukum tersebut. Selain Ahmadul Kosasih dan Iwan Haryanto, tim juga diperkuat oleh Febriyan Anindita, Randa Jamra Negara, Indi Suryadi, serta sejumlah advokat lainnya yang tergabung dalam FASB.
Muhammad alias Memet sebelumnya diketahui menjadi salah satu orator dalam aksi demonstrasi terkait kebijakan pemerintah daerah di Kabupaten Sumbawa. Setelah aksi berlangsung, terjadi insiden yang menurut keterangan pihak kuasa hukum berujung pada dugaan penghadangan, pengerusakan kendaraan, dan penganiayaan terhadap dirinya.
FASB menyatakan akan terus mengawal proses hukum yang berjalan serta menyerahkan seluruh hasil kajian dan alat bukti yang diperoleh kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara terang, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, tujuan kami adalah memastikan proses hukum berjalan adil bagi semua pihak,” ujar Iwan.






















Comment