Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sumbawa terus diperkuat oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) sepanjang tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Si., M.Si., Apt, melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Tati Haryati, S.Psi., M.M.Inov, saat ditemui di ruangannya, Senin (10/11/2025).
Tati menyampaikan bahwa peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi langkah utama yang dilakukan pemerintah dalam mencegah kekerasan di lingkungan keluarga dan sosial. Upaya ini dilakukan sebagai respon atas masih terjadinya kasus kekerasan terhadap anak meskipun jumlahnya telah menurun dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data, pada 2023 tercatat sebanyak 45 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumbawa. Angka ini menurun menjadi 20 kasus pada 2024. Penurunan tersebut menjadi indikator positif, namun pemerintah tetap memandang bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat untuk meminimalkan potensi kasus serupa.
“Kami terus menguatkan edukasi ke masyarakat agar kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah sejak dini. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk meminimalkan risiko terjadinya kekerasan,” ujar Tati.
Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kesadaran dan kepedulian orang tua sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak sejak dini.
“Kesadaran, kepedulian, dan pengawasan orang tua adalah garda terdepan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.
Tati juga mengajak seluruh unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak di Kabupaten Sumbawa. Ia berharap sinergi bersama tersebut dapat memperkuat perlindungan dan mencegah lahirnya korban baru.
“ Kami berharap dukungan berbagai pihak dalam memperkuat langkah pencegahan agar tidak ada lagi korban kekerasan di Sumbawa,” tutup Tati.






















Comment