Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah pelosok. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Puskesmas Unit II Kecamatan Labuhan Badas di Pulau Moyo yang menghadapi tantangan jarak dengan permukiman warga serta keterbatasan akses.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., M.PH, saat ditemui di kantornya pada Selasa (31/03/2026), menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan penempatan fasilitas pada masa sebelumnya. Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Penempatan bangunan Puskesmas Unit II Kecamatan Labuhan Badas memang jaraknya sedikit jauh dari pemukiman warga, dan itu merupakan kebijakan pemerintahan sebelumnya. Namun, dengan kondisi tersebut kami tetap mengupayakan pelayanan berjalan maksimal,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan, aspek keamanan fasilitas juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan telah mengusulkan pemagaran area puskesmas guna memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat yang datang berobat.
“Untuk memastikan keamanan di lokasi puskesmas, kami telah mengusulkan pemagaran wilayah puskesmas tersebut karena hal ini berkaitan langsung dengan keamanan,” katanya.
Guna menjawab tantangan jarak antara puskesmas dan permukiman warga, Dinas Kesehatan menerapkan pola pelayanan aktif dengan mengarahkan tenaga kesehatan turun langsung ke masyarakat. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau warga di setiap dusun yang lokasinya cukup jauh dari fasilitas kesehatan.
“Kami mengarahkan petugas kesehatan untuk rutin melakukan pelayanan langsung atau kunjungan ke rumah masyarakat yang sakit. Pelayanan tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi petugas juga berkeliling ke seluruh dusun secara terjadwal, bahkan tetap memberikan pelayanan di luar jam dinas,” jelasnya.
Sementara itu, persoalan akses jalan menuju Puskesmas Unit II di Pulau Moyo juga menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan berencana membahas hal tersebut bersama pemerintah kecamatan dan desa, serta akan menyampaikannya kepada bupati karena berkaitan dengan kebutuhan pembebasan lahan.
“Terkait akses jalan ke puskesmas di Pulau Moyo, akan kami bahas bersama pihak kecamatan dan desa serta kami sampaikan kepada bupati, karena memang diperlukan pembebasan lahan sehingga ini menjadi pembahasan serius,” ungkapnya.
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya difokuskan pada Puskesmas Pulau Moyo, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh di puskesmas lain di Kabupaten Sumbawa, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses.
Pada saat yang sama, penguatan kapasitas sumber daya manusia tenaga kesehatan turut menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan. Pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran pelatihan setiap tahun, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Setiap tahun tetap ada anggaran untuk pelatihan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, namun tidak bisa dilakukan secara keseluruhan sekaligus, melainkan bertahap,” terangnya.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan mendorong tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan untuk membagikan pengetahuan melalui metode On the Job Training (OJT), sehingga peningkatan kompetensi dapat dirasakan secara merata.
“Kami menghimbau tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan untuk melakukan OJT kepada rekan-rekannya, termasuk dokter kepada perawat, agar ilmu yang didapat dapat dibagikan dan meningkatkan kualitas pelayanan secara merata,” pungkasnya.
Ia menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Dinas Kesehatan dalam memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Sumbawa, dapat berjalan secara optimal.






















Comment