Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Seorang petani berinisial MS (54), warga Dusun Jotang Atas Barat, Desa Jotang, Kecamatan Empang, ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Orong Melung, tepatnya di Gempang Lutuk Ubung, Rabu malam (29/04/2026). Korban ditemukan setelah dilaporkan hilang kontak selama dua hari sejak berpamitan pergi ke kebun.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Empang, AKP Nakmin, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa kehadiran personel di lokasi merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam menangani laporan masyarakat serta memberikan rasa aman bagi warga sekitar.
“Berdasarkan keterangan istri korban, korban terakhir kali berpamitan untuk pergi ke kebun pada Senin. Namun sejak malam itu korban tidak memberikan kabar dan tidak dapat dihubungi melalui telepon seluler,” jelas Kapolsek Empang.
Penemuan jenazah bermula dari kekhawatiran keluarga setelah korban tidak kunjung pulang sejak Senin (27/04). Istri korban, Sdri. Mahani, kemudian meminta bantuan saksi Sdr. Muspian dan Sdr. Kardinata untuk melakukan pencarian di sekitar kebun.
Pencarian tersebut membuahkan hasil pada Rabu sekitar pukul 18.30 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah pohon nangka dan sudah tidak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Empang untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Empang yang dipimpin Ps. Kanit Reskrim Aiptu Adi Rahmasyah, S.H., bersama Ps. Kanit Intelkam Aipda Bambang HRP langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim medis dari Puskesmas Empang yang dipimpin dr. Khairul Fikri Othman turut melakukan pemeriksaan fisik (visum luar) terhadap korban.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Pada tubuh korban ditemukan luka robek di bagian pelipis kiri dan kanan. Berdasarkan kondisi di lokasi, korban diduga terjatuh dari pohon nangka dan mengalami benturan keras pada bagian kepala.
“Mengingat korban memiliki riwayat sakit pada bagian kaki dan ditemukan tepat di bawah pohon nangka, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat terjatuh dan terbentur benda tumpul,” terang pihak kepolisian.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Keluarga sudah menerima ini sebagai musibah. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan olah TKP, jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ujar petugas di lapangan.
Jenazah korban rencananya dimakamkan pada malam yang sama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Empang Atas, Dusun Kamboja. Situasi di lokasi kejadian maupun rumah duka terpantau aman dan kondusif di bawah pengawasan personel Polsek Empang.






















Comment