Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan pariwisata daerah resmi dimulai. Melalui loka karya bertajuk “Meramu dan Menjamu Kuliner Khas Sumbawa”, para pelaku UMKM makanan tradisional berkumpul di Victoria Cafe Sumbawa pada Kamis-Jumat (23-24 April 2026) mengikuti pelatihan intensif mengenai pengembangan potensi kuliner khas Sumbawa.
Penyelenggaraan loka karya ini terlaksana berkat dukungan penuh dari program Dana Indonesiana di bawah Kementerian Kebudayaan. Program ini menitikberatkan pada pengembangan kapasitas pelaku budaya di daerah agar mampu berinovasi di era modern.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program bertema “Transformasi Tradisi Bakalewang dalam Ensiklopedi Gastronomi Sumbawa Sebagai Atraksi Wisata yang Interaktif dan Inklusif”. Pelatihan ini bertujuan membekali pelaku UMKM kuliner khas Sumbawa dengan wawasan teoritis dan praktis agar tradisi kuliner lokal dapat dikelola secara profesional sebagai daya tarik wisata.
Dalam pelatihan ini, para pelaku UMKM diberikan materi mendalam oleh tiga narasumber lintas sector, Elin Karlina, S.P., M.P. (Dinas Pangan), memberikan edukasi terkait standarisasi kualitas pangan dan pemanfaatan komoditas lokal sebagai basis kedaulatan pangan. Mila Rosalia (Pelaku UMKM), berbagi strategi manajemen usaha, mulai dari inovasi kemasan hingga teknik pelayanan (menjamu) yang standar namun tetap memiliki nilai seni tradisi. Dr. Suparman (Akademisi), membedah landasan filosofis dan sejarah kuliner Sumbawa untuk memperkuat narasi produk sebagai daya tarik wisata budaya.
Penanggung Jawab Acara, Hendra Gunawan, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah fondasi bagi tahap-tahap selanjutnya. “Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pelatihan ini berjalan lancar. Output dari kegiatan ini akan sangat membantu kami dalam penerbitan Ensiklopedi Gastronomi Sumbawa. Setelah pendokumentasian selesai, puncaknya kami akan menyelenggarakan Festival Kuliner Khas Sumbawa sebagai ajang promosi nyata bagi para peserta pelatihan ini,” ungkap Hendra.

Melalui transformasi tradisi Bakalewang, pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan wawasan teknis, tetapi juga membangun kesadaran inklusivitas. Diharapkan, kuliner khas Sumbawa dapat menjadi atraksi wisata interaktif yang bisa dinikmati dan dipelajari oleh siapa saja, sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM tradisional di daerah.






















Comment