Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov, menyoroti persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terus dikeluhkan masyarakat dalam agenda reses sidang pertama tahun 2026.
Reses DPRD Kabupaten Sumbawa dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Februari 2026. Namun, dalam pelaksanaan yang telah berjalan pada 10–12 Februari di sejumlah titik reses pimpinan dan anggota DPRD, isu gas elpiji subsidi selalu menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga.
Berlian Rayes menegaskan bahwa kegiatan reses tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga momentum penting untuk menyampaikan program-program pemerintah agar masyarakat mengetahui serta merasakan dampak positif dari kebijakan yang dijalankan.
“Dalam kegiatan reses ini kami sebagai wakil rakyat bukan hanya menyerap aspirasi dan keluhan warga, tapi juga penting untuk menyampaikan program-program pemerintah, baik itu program pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” ujar Berlian Rayes.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai titik reses selama 10–12 Februari 2026, masyarakat berulang kali menyampaikan kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kilogram, termasuk persoalan harga yang dinilai tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Hampir masyarakat yang hadir selalu menyampaikan persoalan gas elpiji 3 kilogram. Mereka bercerita tentang kesulitan mendapat gas dan juga harga belinya yang tinggi atau tidak sesuai HET,” katanya.

Fhoto: WAKA 1 DPRD Kab. Sumbawa Di Tengah Masyarakat
Menurut Berlian Rayes, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan karena gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat lebih serius menyikapi persoalan ini, termasuk memperjuangkan penambahan kuota gas untuk Kabupaten Sumbawa.
“Saya merasa prihatin, dan saya berharap pemerintah harus serius menyikapi serta memperjuangkan penambahan kuota untuk Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sumbawa akan memperjuangkan persoalan tersebut sesuai tugas dan fungsi lembaga. Baginya, mendengarkan langsung keluhan masyarakat merupakan bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus komitmen wakil rakyat untuk hadir di tengah warga.
“Kami akan memperjuangkan hal ini melalui lembaga DPRD sesuai dengan tupoksi yang diemban, karena sebagai wakil rakyat kita harus hadir dengan mendengarkan langsung keluhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain persoalan gas, Berlian Rayes menyampaikan bahwa dalam agenda reses juga terdapat berbagai usulan lain yang disuarakan masyarakat. Seluruh aspirasi tersebut akan ditampung dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku, meskipun kondisi fiskal daerah dan keuangan negara belum stabil.
“Kita akan berupaya merealisasikan semua usulan sesuai mekanisme yang berlaku, walaupun kita tahu kondisi fiskal daerah dan kondisi keuangan negara belum stabil. Namun hal itu tidak membuat kita patah semangat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Berlian Rayes menegaskan bahwa persoalan gas elpiji 3 kilogram menjadi catatan penting dalam pelaksanaan reses kali ini, dan DPRD akan terus mengawal aspirasi masyarakat sebagai bagian dari komitmen membangun kesejahteraan daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa wakil rakyat harus hadir di tengah masyarakat dengan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan sebagai bentuk komitmen membangun kesejahteraan,” tutupnya






















Comment