Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., menegaskan pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kopi sebagai langkah meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya saat dihubungi pada Senin (3/8/2026).
Menurut Nanang, kualitas kopi asal Sumbawa yang telah dikenal luas harus menjadi modal untuk memperkuat daya saing produk lokal. Karena itu, pengembangan sektor kopi tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan UMKM agar manfaat ekonominya semakin dirasakan petani dan pelaku usaha.
“Potensi kopi Sumbawa sangat besar. Yang perlu kita dorong sekarang adalah bagaimana hasil pertanian tersebut memiliki nilai tambah melalui UMKM, sehingga kesejahteraan petani dan pelaku usaha dapat meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai tambah komoditas kopi dapat diwujudkan melalui hilirisasi, mulai dari pengolahan, pengemasan, penguatan merek, hingga perluasan akses pemasaran sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di berbagai pasar.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi tersebut, Nanang menilai penyelenggaraan Festival Ngemar Kawa (Festival Petik Kopi Batulanteh) 2026 di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, beberapa hari lalu menjadi momentum positif untuk mempromosikan kopi Sumbawa sekaligus memperkuat potensi kawasan itu sebagai destinasi agrowisata pegunungan di Nusa Tenggara Barat.
“Festival Ngemar Kawa menjadi momentum yang baik untuk semakin memperkenalkan kopi Sumbawa. Ke depan, Batulanteh memiliki potensi menjadi kawasan agrowisata pegunungan unggulan di Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Nanang berharap Kecamatan Batulanteh ke depan semakin dikenal sebagai sentra kopi yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, daerah tersebut tidak seharusnya hanya dikenal karena kondisi akses jalannya, melainkan karena kualitas kopi yang dimiliki serta kekayaan alam yang menjadi daya tariknya.
“Saya berharap Batulanteh ke depan dikenal sebagai sentra kopi unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan hanya karena akses jalannya, tetapi karena kualitas kopinya yang semakin dikenal masyarakat. Ditambah hutan yang masih lestari, panorama alam yang indah, serta keramahan masyarakatnya, semua itu merupakan potensi yang patut kita banggakan,” ucapnya.
Saat ini, kopi menjadi salah satu komoditas andalan UMKM di Kabupaten Sumbawa. Berbagai jenis kopi, seperti Arabika dan Robusta dari Kecamatan Batulanteh, telah dipasarkan bersama produk unggulan daerah lainnya, antara lain madu, susu kuda liar, minyak Sumbawa, dan aneka olahan rempah.
Menurut Nanang, pengembangan kopi daerah memerlukan kolaborasi antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pelaku usaha, komunitas kopi, perbankan, hingga sektor swasta agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional. Sebagai lembaga legislatif, DPRD akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ia menambahkan, peluang pasar bagi kopi Sumbawa masih terbuka lebar. Penjajakan ekspor yang melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bea Cukai, dan pelaku usaha menjadi sinyal positif bagi pengembangan pasar, sepanjang didukung kualitas produk yang konsisten, sertifikasi, serta penguatan kelembagaan pelaku UMKM.
Di akhir keterangannya, Nanang mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan UMKM berbasis komoditas lokal melalui inovasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital. Ia meyakini kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci agar potensi kopi Sumbawa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, saya optimistis kopi Sumbawa tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi komoditas unggulan yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.






















Comment