Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh wilayah. Hingga Senin (3/8/2026), realisasi program tersebut telah mencapai 26,44 persen dari target capaian tahun 2026. Pemerintah menargetkan setiap fasilitas kesehatan (faskes) dan kecamatan mampu mencapai minimal 46 persen pada tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., M.PH, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan berbagai upaya agar target tersebut dapat tercapai.
“Hingga saat ini realisasi Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Sumbawa sudah mencapai 26,44 persen dari target capaian CKG per faskes dan kecamatan. Target pemerintah untuk tahun 2026 minimal 46 persen,” ujar Sarip saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, faskes di Kecamatan Moyo Utara mencatat realisasi tertinggi dengan capaian 51,55 persen. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Moyo Hulu sebesar 42,63 persen, Kecamatan Labangka 41,92 persen, serta Labuhan Badas Unit 1 sebesar 40,64 persen. Sementara itu, realisasi terendah tercatat di Kecamatan Lantung yang baru mencapai 5,50 persen.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Dinas Kesehatan menerapkan strategi jemput bola melalui petugas kesehatan di setiap kecamatan dan desa. Petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan, tetapi juga turun langsung memberikan layanan pemeriksaan di lingkungan warga.
“Petugas kami di setiap kecamatan dan desa langsung jemput bola dengan melakukan pemeriksaan di tengah masyarakat. Artinya, mereka tidak menunggu masyarakat datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan, tetapi petugas yang mendatangi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, pelaksanaan CKG juga diintegrasikan dengan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang telah berjalan, seperti posyandu, pemeriksaan kesehatan bagi anak sekolah, hingga pelayanan di puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di setiap desa.
“Kegiatan CKG dirangkaikan dengan kegiatan posyandu maupun pemeriksaan anak sekolah. Di setiap desa juga ada pustu yang ditugaskan melaksanakan CKG setiap hari. Kalau masyarakat tidak datang ke pustu, petugas yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Sarip menjelaskan, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis tidak memiliki alokasi anggaran khusus karena telah terintegrasi dengan kegiatan rutin pelayanan kesehatan. Namun, kebutuhan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) untuk mendukung pelaksanaan program tersebut dipenuhi melalui distribusi dari Kementerian Kesehatan.
“CKG tidak memiliki anggaran tersendiri karena pelaksanaannya dirangkaikan dengan kegiatan di pustu, posyandu, maupun puskesmas. Namun, untuk kebutuhan BMHP didroping dari Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Sarip berharap masyarakat turut berperan aktif memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis. Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan seluruh masyarakat agar upaya menjaga kesehatan dapat berjalan secara optimal.
“Kami berharap masyarakat juga proaktif terhadap program ini. Untuk merealisasikan target tentu dibutuhkan kerja sama yang baik. Langkah ini dilakukan agar masyarakat kita tetap hidup dan tumbuh dalam kondisi yang sehat,” pungkasnya.






















Comment