Umum
Home / Umum / LATS Lantung Soroti Keras Banjir Ropang, Pertanyakan Kinerja Satgas dan Desak Evaluasi Serius

LATS Lantung Soroti Keras Banjir Ropang, Pertanyakan Kinerja Satgas dan Desak Evaluasi Serius

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sekali Pitu Kecamatan Lantung, Tonil Saeran, melontarkan kritik keras atas peristiwa banjir yang menerjang Desa Ropang, Kecamatan Ropang, pada Minggu (15/03/2026). Dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (17/03/2026), ia menegaskan bahwa bencana tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian alam semata, melainkan sebagai dampak nyata dari kelalaian dalam menjaga lingkungan.

“Kami tentu berduka atas peristiwa ini, tetapi harus ditegaskan bahwa ini bukan semata faktor alam. Ada kelalaian dalam menjaga lingkungan yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Ia menilai, frekuensi banjir yang terus berulang setiap tahun di Kabupaten Sumbawa menunjukkan adanya persoalan serius yang belum ditangani secara maksimal. Kondisi tersebut, menurutnya, menandakan lemahnya respons dan evaluasi dari pemerintah daerah terhadap persoalan lingkungan.

“Banjir ini terus berulang setiap tahun. Artinya, ada yang tidak beres dan belum ditangani dengan serius. Ini tidak bisa terus dibiarkan tanpa evaluasi yang tegas,” katanya.

Tonil juga secara terbuka mempertanyakan efektivitas Tim Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan Kabupaten Sumbawa yang telah dibentuk pada September 2025. Ia menilai keberadaan tim tersebut belum memberikan dampak nyata dalam mencegah kerusakan lingkungan.

Paralegal Dorong Keadilan Berbasis Nilai Lokal di Sumbawa

“Satgas sudah dibentuk, tapi kenyataannya bencana seperti ini masih terjadi. Saya melihat ada dugaan kuat bahwa satgas tersebut tidak bekerja optimal dan cenderung tidak aktif, padahal sudah dikukuhkan melalui SK Bupati,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka keberadaan satgas hanya akan menjadi formalitas tanpa fungsi nyata di lapangan. Karena itu, ia mendesak adanya evaluasi langsung dari pimpinan daerah untuk memastikan tanggung jawab berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau tidak bekerja maksimal, harus ada evaluasi langsung oleh Bupati Sumbawa. Jangan sampai satgas hanya menjadi formalitas tanpa kerja nyata. Harus ada penekanan yang serius,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menggambarkan kondisi lapangan saat banjir terjadi, di mana aliran air membawa material batu hingga ke permukiman warga. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan di Sumbawa sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Saya sangat miris melihat kondisi di Ropang. Air sampai membawa bebatuan ke perkampungan. Ini jelas tanda bahwa lingkungan kita sudah rusak akibat pembukaan lahan yang tidak bertanggung jawab dan ilegal logging,” pungkasnya.

Peringati May Day dan Hardiknas, LMND Sumbawa Gelar Mimbar Bebas Soroti Pendidikan dan Buruh

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page