Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Kepala SMK Plampang, H. Sutono, S.E., M.M.Inov, menyampaikan klarifikasi terkait insiden perkelahian yang melibatkan dua siswa di lingkungan sekolahnya. Peristiwa tersebut sebelumnya sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan (bullying). Kejadian berlangsung pada Kamis (23/04/2026) di ruang kelas dan langsung ditangani oleh pihak sekolah.
“Terjadi insiden antara dua siswa laki-laki yang merupakan satu kelas, yakni kelas X jurusan TKR. Setelah kejadian, keduanya langsung kami panggil ke ruang BK untuk dilakukan mediasi,” ujar Sutono saat dihubungi, Selasa (28/04/2026).
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah juga mengundang orang tua masing-masing siswa guna menyampaikan kronologi kejadian dan mencari penyelesaian bersama. Pertemuan awal dijadwalkan pada Jumat (24/04/2026), namun salah satu orang tua berhalangan hadir sehingga dilanjutkan pada Sabtu (25/04/2026).
Namun, dalam pertemuan lanjutan tersebut, terjadi insiden lain di lingkungan sekolah yang melibatkan pihak luar yang turut hadir dalam agenda pemanggilan orang tua.
“Saat pertemuan dengan orang tua, terdapat oknum yang diduga keluarga dari salah satu siswa yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap salah satu siswa. Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena terjadi saat proses penyelesaian sedang berlangsung,” katanya.
Ia menjelaskan, informasi terkait kejadian tersebut diperolehnya dari Wakil Kepala Sekolah dan guru bimbingan dan konseling (BK) yang berada di lokasi, mengingat dirinya sedang menghadiri rapat di KCD DIKPORA Wilayah Kabupaten Sumbawa pada waktu yang bersamaan.
Pihak sekolah, lanjut Sutono, telah melakukan langkah penanganan dengan mendokumentasikan seluruh rangkaian kejadian dalam berita acara sebagai bagian dari proses administrasi dan pertanggungjawaban.
“Setiap kejadian yang terjadi telah kami tuangkan dalam berita acara. Kami berupaya menangani persoalan ini agar tidak berkembang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga telah memenuhi panggilan dari KCD DIKPORA NTB Wilayah Kabupaten Sumbawa untuk memberikan keterangan terkait insiden tersebut, termasuk menyampaikan kekecewaan atas peristiwa yang terjadi saat pemanggilan orang tua.
“Kami telah menyampaikan kepada KCD bahwa kami merasa tidak dihargai atas insiden yang terjadi saat pemanggilan orang tua, padahal kami telah mengundang secara resmi untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut dinilai tidak pantas terjadi di lingkungan sekolah, terutama saat pihak sekolah sedang memfasilitasi penyelesaian masalah.
“Menurut kami, sangat tidak pantas terjadi tindakan penganiayaan di lingkungan sekolah oleh pihak luar, apalagi saat kami sedang berupaya menyelesaikan persoalan secara baik,” tegasnya.
Sutono menegaskan, pihak sekolah akan terus berupaya menangani setiap persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan secara bijak dan profesional, serta berharap adanya dukungan dari orang tua dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekolah.
“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif, demi mendukung proses pendidikan dan perkembangan siswa,” pungkasnya.






















Comment