Umum
Home / Umum / Bawaslu Sumbawa Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui P2P, Upaya Wujudkan Demokrasi Bermartabat

Bawaslu Sumbawa Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui P2P, Upaya Wujudkan Demokrasi Bermartabat

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Upaya memperkuat pengawasan partisipatif mulai dipersiapkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa melalui kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Selasa (16/06/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) itu diikuti 20 peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pemilih pemula, Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP), Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE), hingga Pramuka Kabupaten Sumbawa.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur pimpinan Bawaslu Kabupaten Sumbawa serta Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Hasan Basri menekankan pentingnya peran peserta P2P sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu di tengah masyarakat.

“Teman-teman P2P ini adalah mujahid demokrasi,” ujarnya.

Pengaduan OECD Soroti Rantai Pasok Global Tambang Elang

Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan.

“Jangan lupa untuk melakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hal ini penting agar tidak hanya teori tetapi perlu implementasi di lapangan melalui RTL yang telah dibuat,” katanya.

Selain itu, Hasan Basri juga mendorong peserta untuk aktif menyebarluaskan edukasi kepemiluan melalui media sosial sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Dari 20 peserta ini minimal harus share postingan-postingan Bawaslu tentang segala hal, misalkan bahaya money politik dan lainnya sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan demokrasi yang bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Arnan Jurami berharap hubungan antara peserta P2P dan Bawaslu tidak berhenti setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Masyarakat Adat Berco Gelar Sedekah Sekat, Tradisi Syukur Panen di Desa Lawin Tetap Terjaga

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Arnan Jurami

“Kami berharap hubungan kita terus berlanjut sampai dengan Pemilu dan Pilkada di tahun yang akan datang,” ujarnya.

Arnan mengakui keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bawaslu Kabupaten Sumbawa dalam pelaksanaan pengawasan pemilu. Karena itu, keterlibatan masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dinilai sangat penting untuk mendukung pengawasan partisipatif.

“Kami mengakui bahwa di Bawaslu Kabupaten Sumbawa masih kekurangan SDM sehingga kami membutuhkan hubungan baik melalui kader-kader P2P ini. Kami akan sangat terbantu oleh teman-teman sekalian untuk menjaga kualitas demokrasi di negeri kita,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hanya menggunakan hak pilih saat pemilu, tetapi ikut terlibat aktif dalam proses pengawasan.

“Sudah saatnya masyarakat tidak hanya menyalurkan hak pilihnya, mari ajak masyarakat untuk terlibat dalam melaksanakan pengawasan demi proses dan hasil Pemilu yang lebih baik,” lanjutnya.

Warga Seragi–Bobo’o Minta Kejelasan Soal Klaim Penguasaan Tanah, Datangi Kantor Camat Empang

Senada dengan itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Sanapiah menegaskan bahwa kegiatan P2P bertujuan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemilih pemula.

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Sanapiah

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama kepada mahasiswa dan pemilih pemula,” ungkapnya saat ditemui usai pembukaan kegiatan.

Menurut Sanapiah, alumni P2P Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak pengawasan partisipatif di tengah masyarakat melalui forum warga maupun komunitas digital.

“Alumni P2P tahun 2026 harus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk membentuk komunitas baik itu forum warga maupun komunitas digital,” jelasnya.

Ia menambahkan, kader P2P juga diharapkan dapat terlibat dalam pendampingan proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan berlangsung dalam waktu dekat di Kabupaten Sumbawa.

Lebih lanjut, Sanapiah menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Bawaslu dalam menciptakan kualitas demokrasi yang lebih sehat.

“Kita menginginkan pada Pemilu tahun 2029 mendatang menghasilkan pemilu yang bermartabat dan demokrasi yang sehat,” tegasnya.

Usai pembukaan kegiatan, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur kemampuan awal sebelum menerima materi dari Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader pengawas partisipatif.

Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Sumbawa berharap keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu semakin kuat sehingga mampu mendorong terciptanya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan bermartabat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page