Umum
Home / Umum / Bulog Sumbawa Perkuat Stabilitas Pangan Daerah Lewat Target 59 Ribu Ton dan Intervensi Pasar

Bulog Sumbawa Perkuat Stabilitas Pangan Daerah Lewat Target 59 Ribu Ton dan Intervensi Pasar

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Perum Bulog Cabang Sumbawa mencatat realisasi serapan gabah setara beras telah mencapai 16.000 ton atau sekitar 27 persen dari target 59.033 ton pada tahun 2026. Serapan ini dipastikan akan terus dioptimalkan hingga akhir tahun, terutama memasuki puncak musim panen raya pada April hingga Mei.

Pemimpin Cabang (Pinca) Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, S.P., Jum’at (10/04/2026) saat ditemui di kantornya, menjelaskan bahwa pihaknya terus memaksimalkan serapan gabah petani setiap hari dengan memanfaatkan momentum panen raya.

“Target serapan setara beras kita 59.033 ton, dan capaiannya sampai kemarin sudah 16.000 ton atau sekitar 27 persen. Serapan ini akan terus berlangsung sampai akhir tahun 2026, apalagi kita sudah memasuki musim panen raya di bulan April sampai Mei yang merupakan puncak panen,” ujarnya.

Dalam mendukung optimalisasi serapan, Bulog menggandeng 19 mitra yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Mitra tersebut berperan dalam proses pembelian gabah dari petani hingga pengeringan hasil panen.

Ia menegaskan, keberadaan mitra ini sangat membantu percepatan serapan di lapangan, sekaligus memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik.

Paralegal Dorong Keadilan Berbasis Nilai Lokal di Sumbawa

“Dalam mengoptimalkan serapan, kami memiliki 19 mitra yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Mitra ini membantu proses serapan, baik dalam pengeringan maupun pembelian gabah petani,” jelasnya.

Terkait adanya informasi ketidaksesuaian harga di tingkat petani, Bulog memastikan telah menyiapkan sistem pengawasan melalui pendamping lapangan seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa. Bulog juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika menemukan permasalahan di lapangan.

“Kalau ada informasi terkait harga yang tidak sesuai atau kendala di petani, kami sudah memiliki pendamping di lapangan seperti PPL dan Babinsa untuk melakukan pengawalan. Kami juga siap menerima informasi dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain fokus pada serapan, Bulog Sumbawa juga berperan dalam pemerataan stok beras nasional. Sebagai salah satu daerah produsen beras terbesar di NTB, sebagian stok beras dari Sumbawa didistribusikan ke wilayah yang mengalami kekurangan, seperti sejumlah kabupaten di Provinsi NTT.

“Untuk pemerataan stok nasional, beras yang ada di Bulog Sumbawa dikirim ke wilayah yang mengalami defisit seperti di Provinsi NTT. Ini memang sudah menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan stok secara nasional,” ungkapnya.

Peringati May Day dan Hardiknas, LMND Sumbawa Gelar Mimbar Bebas Soroti Pendidikan dan Buruh

Ia menambahkan, tingginya serapan di daerah produsen seperti Sumbawa juga berdampak pada kebutuhan ruang penyimpanan. Untuk itu, Bulog melakukan berbagai langkah guna menambah kapasitas gudang, termasuk menyewa gudang tambahan.

“Sebagai daerah penghasil, tentu kita juga perlu menambah kapasitas penyimpanan. Selain mengoptimalkan gudang yang ada, kami juga melakukan penyewaan gudang untuk menampung stok beras,” tambahnya.

Selain itu, Bulog Sumbawa juga turut berperan dalam mengatasi kenaikan harga minyak goreng melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Intervensi dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng bagi masyarakat.

Menurutnya, sebelumnya sempat terjadi kendala pasokan minyak goreng, khususnya untuk minya premium. Namun, kondisi tersebut telah ditangani melalui langkah cepat bersama pemerintah daerah.

“Memang sempat ada kendala pasokan minyak goreng, khususnya untuk merek premium. Namun kami bersama pemerintah daerah bergerak cepat melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,” ungkapnya.

Persoalan LPG 3 Kg di Sumbawa Belum Teratasi, HMI Sumbawa dan Pemda Bangun Sinergi Pengawasan

Sebagai bentuk keseriusan dalam pengendalian harga, Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tim Satgas Pangan, Polres Sumbawa, dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMindag) juga melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke Pasar Seketeng.

Dari hasil pemantauan di lapangan, diperoleh informasi bahwa pasokan bahan pokok, khususnya minyak goreng, sudah kembali normal dengan harga yang merata sesuai HET.

“Hasil monitoring di lapangan menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok, terutama minyak goreng, sudah kembali normal dan harganya merata sesuai HET,” pungkasnya.

Dengan capaian serapan yang terus meningkat, distribusi stok yang berjalan, serta harga kebutuhan pokok yang mulai stabil, Bulog Sumbawa optimistis dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani di daerah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page