Pemerintahan
Home / Pemerintahan / 1.200 Liter Minyak Goreng Disalurkan Lewat GPM, Pemkab Sumbawa Tekan Lonjakan Harga

1.200 Liter Minyak Goreng Disalurkan Lewat GPM, Pemkab Sumbawa Tekan Lonjakan Harga

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan 1.200 liter minyak goreng bersubsidi guna menekan lonjakan harga yang terjadi belakangan ini. Program ini menyasar 600 warga dengan pembatasan pembelian maksimal dua liter per orang.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin, S.P., Kamis (09/04/2026) saat ditemui di ruangannya, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM kali ini difokuskan pada penjualan minyak goreng berlabel “Minyak Kita” dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menyediakan bahan pokok lainnya dalam jumlah terbatas.

“Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar kami fokuskan kepada penjualan minyak goreng berlabel Minyak Kita dengan jumlah 1.200 liter, dengan syarat setiap masyarakat yang melakukan pembelian maksimal 2 liter, sehingga total keseluruhan peruntukkannya untuk 600 orang. Tetap memang ada bahan pokok juga,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi strategi untuk menekan potensi penimbunan yang kerap muncul saat harga mengalami kenaikan.

“Dengan adanya GPM ini, masyarakat akan terbantu dan upaya penimbunan tidak akan terjadi. Karena dengan GPM ini kita berusaha menekan kenaikan harga bahan pokok, terutama minyak goreng. Artinya, orang yang akan melakukan penimbunan pasti berpikir dua kali karena harga di GPM sesuai HET,” jelasnya.

Dewan Rosy Soroti Rp100 Miliar untuk BUMD Saat Kebutuhan Dasar Masyarakat Belum Tuntas

Terkait isu dugaan penimbunan minyak goreng, pihaknya mengaku belum menerima informasi pasti. Namun, pemerintah tetap melakukan penelusuran dan membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

“Terkait informasi dugaan penimbunan minyak goreng, sebenarnya kita belum mendapatkan informasi yang pasti. Tetapi kita masih melakukan penelusuran dan terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Jika memang ada dugaan tersebut, silakan konfirmasi ke kami agar bisa kita tindak bersama tim Satgas Pangan Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.

Selain GPM, pemerintah juga tengah menjalankan program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret, yang menyasar sekitar 57.000 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sumbawa.

Syaihuddin optimistis, kombinasi penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar yang terus dilakukan akan berdampak signifikan terhadap stabilitas harga serta menekan ruang gerak spekulan di pasaran.

“Ketika penyaluran bantuan ini berjalan, saya yakin lambat laun para penimbun minyak goreng akan jera dengan sendirinya. Kita juga tetap melakukan operasi pasar untuk memantau harga bahan pokok. Untuk GPM hari ini, kita fokuskan pada minyak goreng,” pungkasnya.

Fraksi Demokrat–PPP Tekankan Transparansi BUMD dan Kebijakan Nyata dalam Ranperda 2026

Melalui langkah ini, pemerintah berharap stabilitas harga tetap terjaga, distribusi bahan pokok semakin merata, serta masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page